Wakapolres Kerinci Narasumber di Acara Temu Daerah
Sungai Penuh, MZK News – Wakapolres Kerinci menjadi Narasumber dalam acara Temu Daerah yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Provinsi Jambi di Aula Kantor Walikota Sungai Penuh, Jumat (25/10).
Kegiatan yang mengusung tema Peran Mahasiswa Dalam Menanggulangi Kemiskinan di Provinsi Jambi ini diikuti oleh Para Penggurus BEM Se-Provinsi Jambi.
Hari Pengentasan Kemiskinan Sedunia dirayakan setiap tanggal 17 Oktober. Hal tersebut diinisiasikan oleh lebih dari seratus ribu orang yang berkumpul di Trocadéro, Paris pada tanggal 17 Oktober 1987 untuk menghormati korban-korban kemiskinan, kelaparan, dan kekerasan.
Sejak hari itu, setiap tanggal 17 Oktober, masyarakat di seluruh dunia melakukan hal yang sama untuk menunjukkan solidaritas mereka dengan masyarakat miskin.
Tujuan dari acara ini, mahasiswa bisa mempelajari upaya yang dapat dilakukan untuk mengedukasi, mensejahterakan, dan memberdayakan masyarakat. Mahasiswa diajarkan bagaimana membangun komunikasi dan partisipasi aktif masyarakat yang dapat mendorong terjadinya perubahan sosial secara positif.
Polres Kerinci AKBP Muhamad Mujib melalui Wakapolres Kerinci Kompol Samsu Bahri Pinem saat menyampaikan materinya mengemukakan terkait peran mahasiswa dalam mengentas kemiskinan dan upaya yang telah dilakukannya melalui mata kuliah Komunikasi Pemberdayaan.
“Mahasiswa dapat menjadi fasilitator dalam memberikan informasi melalui sosialisasi ataupun program pengembangan diri untuk mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Mahasiswa juga dapat bekerja sama dengan pemerintah atau Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) untuk meningkatkan kualitas program yang diadakan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wakapolres menyampaikan, adapun yang bisa mahasiswa lakukan seperti program pemberdayaan berupa program pengembangan UMKM lokal kepada masyarakat dengan tujuan program ini dilakukan dengan mengedukasi masyarakat terkait pengolahan komoditas utama menjadi produk yang dapat memberikan penghasilan lebih tinggi.
“Mahasiswa bisa mngembangkan UMKM yang ada saat ini. Masyarakat dapat mulai memproduksi sekaligus memasarkan produk mereka secara mandiri,” lanjutnya.
“Program pemberdayaan tersebut adalah salah satu contoh nyata dari berbagai macam cara yang dapat kita lakukan untuk mengurangi kemiskinan. Masyarakat yang dapat berkembang dan memperoleh penghasilan secara mandiri tanpa ketergantungan pada pihak lain adalah masyarakat yang sejahtera. Maka, marilah mulai peduli dengan masyarakat di sekitar kita! Selamat Hari Pengentasan Kemiskinan Sedunia,” harapnya.
Reporter: Dewi Wilonna
Editor: Khoirul Anam