DaerahFEATUREDNewsTOP STORIES

BEM KM FIS UNP Adakan FGD Bersama Bawaslu dan Polda Sumatra Barat

Foto: BEM KM FIS UNP foto bersama dengan Bawaslu dan Polda Sumatra Barat usai kegiatan FGD (Foto: IST)

Padang, MZK News – Jum’at, 14 Mei 2024, BEM KM FIS UNP 4.5 telah melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion dengan mengusung tema “Menakar Potensi Konflik dan Mewujudkan Pemilihan Umum Damai dan Berintegritas Pada Pemilihan Kepala Daerah Sumatra Barat Tahun 2024”.

Kegiatan ini mengundang langsung Pembicara dari Polda Sumatra Barat dan Bawaslu Sumatra Barat Serta Pj. Walikota Padang sebagai Keynote Speech di laksanakan di Aula FIS UNP.

Dalam kegiatan ini, langsung dihadiri Ketua Bawaslu Sumatra Barat, Bapak Alni, S.H., M.Kn. Ps Kanit 2 Subdit Politik Direktorat Intelkam Polda Sumbar. AKP Dwi Tri Haryanto, S.E.,M.Si., dan Kabag Kesbangpol Kota Padang, Tarmizi Ismail, S.Sos., M.Si.

Rifaldi selaku Gubernur BEM KM FIS UNP menyebutkan kegiatan ini tidak terbuka umum, dan hanya terbuka kepada delegasi seluruh Organisasi Mahasiswa baik tingkat UNP dan Fakultas.

“Memang betul, kegiatan kita angkat ini tidak terbuka untuk umum, karena dalam tahapan ini kita hanya mengundang Ormawa baik tingkat UNP dan juga BEM Fakultas SE lingkup UNP dan juga Ormawa tingkat Fakultas Ilmu Sosial, tentu pertimbangan kami ada target yaitu mereka lah nanti yang menjadi pelopor dan agen dalam menyukseskan pilkada serentak di Sumatra Barat ini,” ucap Rifal.

Dalam penyampaian materi tersebut, Ketua Bawaslu Sumatra Barat, Bapak Alni, SH., M.Kn., menyebutkan nahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam mensukseskan Pilkada Serentak di Sumatra Barat.

“Mahasiswa memiliki peran penting dalam agenda demokrasi ini, bisa dilihat dari peran partisipatif, pemantau dalam keberlangsungan pemilihan, dan mahasiswa juga memiliki peran dalam penanganan pelanggaran dan pencegahan,” ucapnya.

Selanjutnya, AKP Dwi Tri Haryanto, S.E., M.Si., Ps Kanit 2 Subdit Politik Direktorat Intelkam Polda Sumbar menyebutkan setiap daerah memiliki potensi konflik yang akan terjadi berdasarkan pemetaan pada pemilihan umum sebelum ini.

“Setiap daerah di Sumatra Barat ini jika kita menakarkan tentu memiliki tingkat konflik yang berbeda-beda namun semua daerah memiliki konflik yang sewaktu-waktu bisa terjadi, salah satunya potensi kerawanan di kabupaten Dharmasraya yang memiliki tingkat konflik lebih tinggi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga, Gubernur BEM KM FIS UNP juga menyebutkan bahwa dengan adanya kegiatan FGD ini bisa memiliki pengaruh besar terhadap peningkatan pemahaman politik dan partisipasi politik ke depan dalam menyongsong pilkada serentak Sumatra Barat tahun 2024.

“Yaaa benar, kami dari BEM KM FIS UNP di bawah program Polkastrat sepakat untuk melaksanakan kegiatan penting ini guna untuk memberikan pemahaman dan peningkatan partisipasi politik dikalangan mahasiswa dalam memiliki dinamika politik di Pilkada Sumbar tahun 2024 ini, maka cocok sekali kita mengundang pemateri yang tepat di ranahnya,” tutup Rifal.

Reporter: Novrianto

Editor: Khoirul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This will close in 0 seconds