Setelah Kirim Surat Audiensi, Orangtua Murid di Banyuwangi Minta Keseriusan Kadis Pendidikan
Foto: Salah satu Orangtua Murid yang ada di Kabupaten Banyuwangi (Foto: IST)
Banyuwangi, MZK News – Setelah mengirim surat audiensi, Orangtua murid Sekolah Dasar Negeri di Banyuwangi, Ari Bagus Pranata meminta keseriusan Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi untuk memanggil Kepala Sekolah, Komite dan Paguyuban Kelas.
“Saya mohon acara audensi ini segera ditindaklanjuti jangan diacuhkan,” harapan Ari, Senin (07/08/2023).
Dia menjelaskan, dalam audensi, dirinya akan mengajukan beberapa pertanyaan terkait sahnya tarikan-tarikan di sekolah anaknya itu apakah sesuai dengan Undang-undang atau Permendikbud yang berlaku? Selain itu, dirinya juga akan mengajukan beberapa permohonan.
“Akan saya minta ketegasan dari kepala dinas dengan adanya penjualan LKS dan sumbangan yang mirip SPP itu,” tambahnya.
Menurutnya, Gubenur Jatim Khofifah adalah sosok yang patut ditiru. Orang nomor satu di Jawa Timur itu telah menegaskan untuk menertibkan larangan menjual seragam melalui koperasi sekolah.
Khofifah juga mengatakan, lanjutnya, dengan adanya pakta integritas semua harus sepaham bahwa pungutan yang dilakukan komite atau sekolah tidak boleh memaksa atau mewajibkan. Termasuk tidak boleh ditargetkan dengan nominal tertentu.
“Ketegasan Bu Gubernur itu menjadi panutan yang patut ditiru,” pungkasnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan H. Suratno, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, dirinya belum memberikan komentar.
Perlu diketahui, buntut audensi itu merupakan saat Ari meminta nota pelunasan pembayaran pembelian buku, Ekstrakulikuler, biaya penambahan jaringan berjumlah Rp800.000 yang tidak diberikan oleh pihak paguyuban bahkan kepala sekolah. Karena hal itu yang menimbulkan kecurigaan dengan adanya tarikan tersebut.
Reporter: Mutiah
Editor: Khoirul Anam