DaerahFEATUREDNewsTOP STORIES

Lintas Organisasi Nasrani Usung Indonesia Berdoa untuk Perdamaian

Foto: Kegiatan doa lintas agama yang dilakukan Pewarna dkk (Foto: IST)

Jakarta, MZK News – Doa Lintas Agama yang mengusung Indonesia Berdoa untuk Perdamaian dilaksanakan di Tugu Monas, dekat Patung Kuda Arjuna Wiwaha pada Minggu, (15/05) pukul 19.00 WIB.

Kegiatan ini diprakarsai oleh kemitraan Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia bersama Jaringan Doa Nasional (JDN), Transform-world Connection Indonesia (TCI), My Home Indonesia (MHI), International Prayer Connection, Transform World 2033, Global Children’s Taks Force, Persatuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Persatuan Gereja-gereja Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII), Persatuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI), Asosiasi Pendeta Indonesia (API) dan Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI).

“Indonesia mempunyai peranan besar sebagai pendoa dan agen perubahan atas dunia ini. Yang sebelumnya dilakukan oleh Amerika maupun Eropa, peranan Indonesia sangat besar,” kata Pdt. Rahmat Manulang pimpinan STT. Let’s yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurut Pdt. Daniel Pandji, Ketua JDN yang hadir dalam giat tersebut mengatakan, bahwa kegiatan ini super positif. Jangan ingin menjadi besar dulu, karena pahlawan itu tidak banyak. Dirinya mengajak setiap kita menjadi pahlawan untuk NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), membawa perdamaian.

“Dan saya berharap ini bisa bergulir seperti bola salju dan bisa di kota–kota besar di Indonesia hal seperti ini yang bisa kita lakukan, sangat positif. Kita mau jalin kebersamaan, persatuan bahwa Indonesia itu bukan milik satu golongan. Milik semua agama dan semua suku. Di situlah pahlawan–pahlawan kita berjuang. Jadilah Bhineka Tunggal Ika,” pungkasnya tegas.

Sebagai bentuk giat yang positif, Ketua Biker for Christ Indonesia (BfCI), Ferdo Raturandang mengungkapkan, kita haruslah menyerukan perdamaian untuk dunia dimana kita harus bersatu. Demikian pula kehadiran Biker for Christ Indonesia di giat tersebut mendukung giat ini untuk persatuan NKRI.

“Biarlah kegiatan ini merupakan usaha bagi anak bangsa yaitu berdoa bagi bangsa supaya Indonesia tetap aman, damai, Indonesia yang rukun. Dimana ada kedamaian dan rukun, berkat Tuhan akan melimpah bagi bangsa ini,” kata Yusuf Mujiono, Ketua Umum PEWARNA Indonesia turut menyambut positif kegiatan ini.

Didorong oleh kesamaan tujuan, Aristakus Tarigan Ketua Panitia World Pray Assembly (WPA), kembali mengajak seluruh umat, apa pun agama dan keyakinannya untuk berdoa bagi perdamaian dunia. Selain itu, Aristakus juga menjelaskan pelaksanaan WPA (17-19 Mei 2022) dengan 500 kota di mana ada menara–menara doa yang selalu berdoa untuk perdamaian.

Reporter: Denny Zakhirsyah

Editor: Khoirul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *