BPOM Kawal Keamanan Pangan Program Makan Bergizi Gratis demi Indonesia Emas
Jakarta, MZK News – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menegaskan komitmennya dalam mengawal keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini krusial untuk memastikan masyarakat menerima manfaat maksimal tanpa risiko kesehatan, Jumat (13/2/2026).
Taruna menjelaskan bahwa pengawasan ketat BPOM bertujuan menjamin asupan gizi yang higienis. Fokus utamanya adalah memastikan setiap sajian bebas dari kontaminasi berbahaya yang dapat mengancam kesehatan anak-anak.
“Keamanan pangan yang terjamin akan memastikan bahwa makanan yang diberikan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga bebas dari kontaminasi,” kata Taruna Ikrar di Jakarta.
Ia menambahkan, pangan yang aman dan bermutu merupakan pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM). Sinergi antar-pemangku kepentingan menjadi kunci agar generasi muda tumbuh sehat, cerdas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Sejalan dengan komitmen tersebut, Presiden Prabowo Subianto meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Palmerah, Jakarta Barat. Saat ini, Indonesia tercatat telah memiliki 22.275 titik dapur SPPG yang tersebar di seluruh provinsi.
Presiden menekankan bahwa program ini sangat dibutuhkan oleh mayoritas rakyat Indonesia. Ia mempelajari bahwa skema makan bergizi gratis di berbagai belahan dunia terbukti efektif meningkatkan kesejahteraan masyarakat bawah.
“Makan bergizi gratis mungkin tidak penting untuk orang yang cukup berada, tetapi sangat diperlukan oleh mayoritas rakyat kita,” ujar Presiden Prabowo.
SPPG Polri kini hadir dengan standar fasilitas modern, mulai dari filter air hingga UV sterilizer untuk membasmi bakteri. Fasilitas ini juga dilengkapi alat uji keamanan pangan dalam negeri dengan empat parameter deteksi cepat.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan bahwa pihaknya telah membangun 1.179 titik SPPG di berbagai wilayah. Sebagian besar dapur tersebut sudah beroperasi penuh, sementara sisanya masih dalam tahap pembangunan.
Polri juga memberikan perhatian khusus pada kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk di tanah Papua. Langkah ini merupakan strategi penting pemerintah untuk menjamin seluruh generasi muda Indonesia tumbuh secara optimal tanpa terkecuali.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: InfoPublik
