FEATUREDNasionalNewsTOP STORIES

Strategi Kemendukbangga Kelola 70% Penduduk Usia Produktif Menuju Indonesia Emas 2045

Jakarta, MZK News – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Wihaji, menegaskan pentingnya integrasi kebijakan lintas sektor. Langkah ini diambil untuk menghadapi dominasi penduduk usia produktif yang kini mencapai 70 persen dari total populasi Indonesia.

Penegasan tersebut disampaikan dalam Rakornas Bangga Kencana 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026). Momentum ini sekaligus menandai tahun kedua transformasi kelembagaan dari BKKBN menjadi kementerian yang berperan sebagai orkestrator kebijakan nasional.

Menurut Wihaji, besarnya proporsi penduduk usia 14–64 tahun adalah peluang emas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, ia memperingatkan bahwa tanpa kebijakan yang presisi, bonus demografi ini justru berisiko menjadi beban pembangunan.

Tantangan nyata yang dihadapi saat ini adalah kualitas tenaga kerja yang mayoritas masih berada di sektor informal. Selain itu, masalah pengangguran usia muda dan minimnya perlindungan jaminan sosial menjadi perhatian serius pemerintah.

“Karena itu, pendekatannya tidak bisa parsial. Harus terintegrasi, berbasis siklus hidup, dan didukung data yang akurat,” tegas Wihaji di hadapan peserta Rakornas.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah menetapkan empat pilar strategis. Pilar tersebut meliputi investasi SDM, perluasan pasar kerja berkualitas, penguatan sistem pensiun, serta integrasi Satu Data Indonesia untuk perencanaan yang lebih akurat.

Wihaji mengibaratkan sinergi antarlembaga ini seperti sebuah harmoni musik tradisional agar tujuan pembangunan tercapai secara utuh.

“Semua instrumen harus dimainkan bersama agar menghasilkan harmoni. Kalau sendiri-sendiri, tidak akan terdengar utuh,” ujarnya mengibaratkan orkestrasi gamelan.

Sebagai panduan operasional, pemerintah telah menyusun Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK). Dokumen ini memuat 32 indikator lintas sektor, mulai dari aspek kesehatan hingga percepatan penurunan angka stunting.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah intervensi hulu melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menyasar ibu hamil, menyusui, dan balita untuk memutus rantai masalah gizi sejak dini.

Menariknya, Indonesia menjadi satu-satunya negara di dunia yang memberikan bantuan gizi khusus bagi ibu hamil secara masif. Selain itu, pemerintah juga memperkuat program Sekolah Lansia agar kelompok lanjut usia tetap mandiri dan produktif.

Dengan penguatan ketahanan keluarga berbasis data by name by address, Wihaji optimistis target ekonomi nasional dapat tercapai. Syaratnya, seluruh pihak harus konsisten menjalankan peta jalan kependudukan yang telah terorkestrasi dengan baik.

Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: InfoPublik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *