FEATUREDNasionalNewsTOP STORIES

Menkomdigi Meutya Hafid: Partisipasi Perempuan Kunci Utama Ekonomi Digital Indonesia

Jakarta, MZK News – Pemerintah terus mendorong peningkatan partisipasi perempuan di sektor sains dan teknologi sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Langkah strategis ini dinilai sangat krusial untuk memenuhi kebutuhan talenta digital Indonesia yang terus melonjak tajam dalam beberapa tahun ke depan. Tanpa keterlibatan aktif kaum perempuan, ambisi Indonesia untuk memimpin pasar digital di kawasan regional akan sulit tercapai secara maksimal.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa Indonesia memproyeksikan kebutuhan sekitar 12 juta talenta digital pada tahun 2030 mendatang. Saat ini, Indonesia masih menghadapi tantangan besar berupa kekurangan sekitar tiga juta tenaga ahli di bidang teknologi informasi.

Meutya menegaskan bahwa kesenjangan ini hanya bisa ditutup melalui penyediaan akses pendidikan dan kesempatan karier yang setara bagi perempuan.

“Indonesia diproyeksikan membutuhkan 12 juta talenta digital pada 2030. Tantangannya bukan hanya soal jumlah, tetapi juga memastikan akses yang setara bagi anak perempuan untuk terlibat dan tumbuh di bidang teknologi,” ujar Meutya Hafid dalam keterangannya di acara AWS Girls’ Tech Day, Sabtu (7/2/2026).

Pernyataan tersebut menjadi pengingat penting bagi para pemangku kepentingan untuk segera menghilangkan hambatan struktural bagi talenta perempuan.

Menkomdigi juga menyoroti fenomena leaky pipeline, di mana jumlah perempuan yang berkarier di sektor teknologi terus menyusut dibandingkan jumlah peserta pelatihan. Data saat ini menunjukkan partisipasi perempuan dalam pelatihan digital berada di angka 36 persen, namun hanya 17 persen yang sukses merambah dunia profesional. Rendahnya keterlibatan perempuan dalam peran teknis seperti engineering dan kecerdasan artifisial menjadi perhatian serius pemerintah.

Visi Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) kini bersandar pada slogan “Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga” untuk menciptakan ekosistem yang inklusif. Slogan tersebut menekankan pada pembukaan akses pengetahuan, pengembangan talenta yang berkelanjutan, serta penciptaan ruang digital yang aman bagi perempuan.

Fokus tersebut diharapkan mampu mematahkan stereotip gender dan memberikan rasa aman bagi perempuan yang ingin mendalami bidang STEM.

Dalam agenda AWS Girls’ Tech Day di Bekasi, Meutya mengapresiasi kolaborasi industri yang memberikan pelatihan coding dan robotika kepada 400 siswi. Program seperti ini dianggap sangat efektif dalam memperkenalkan dunia teknologi sejak dini mulai dari jenjang sekolah dasar hingga menengah atas.

Meutya berharap kegiatan ini dapat melahirkan figur teladan baru yang mampu menginspirasi generasi muda lainnya untuk berinovasi tanpa rasa takut.

Menutup arahannya, Menkomdigi memberikan motivasi kuat kepada para siswi agar berani mengambil peran dalam transformasi digital dunia. Ia meyakini bahwa sentuhan kreativitas dan empati perempuan akan memberikan warna unik pada perkembangan teknologi masa depan.

“Jangan takut mencoba teknologi dan jangan takut salah. Masa depan digital Indonesia membutuhkan kreativitas, empati, dan keberanian kalian,” pesan Meutya kepada para peserta.

Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: InfoPublik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *