FEATUREDNasionalNewsTOP STORIES

BPJPH dan USDA Amerika Serikat Perkuat Ekosistem Perdagangan Produk Halal Global

Jakarta, MZK News – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama Republik Indonesia resmi memperkuat kerja sama perdagangan produk halal dengan United States Department of Agriculture (USDA) Amerika Serikat.

Pertemuan strategis yang berlangsung di Jakarta ini bertujuan untuk memperkokoh ekosistem halal global melalui perdagangan produk pertanian yang transparan dan efisien. Fokus utama dari kemitraan ini adalah memastikan setiap produk pertanian asal Negeri Paman Sam yang masuk ke pasar domestik telah memenuhi standar sertifikasi halal sesuai regulasi di Indonesia.

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan, menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah krusial dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara di sektor ekonomi syariah. Sinergi ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha sekaligus menjamin perlindungan konsumen terkait kehalalan produk.

“Kolaborasi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan perdagangan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi petani, pelaku usaha, dan konsumen di kedua negara,” tegas Ahmad Haikal Hasan dalam siaran persnya, Jumat (6/2/2026).

Indonesia secara tegas menjalankan amanat undang-undang yang mewajibkan sertifikasi halal bagi seluruh produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah NKRI. Ahmad Haikal Hasan juga memberikan apresiasi kepada Amerika Serikat yang telah menunjukkan komitmen dalam membangun ekosistem halal sejak dekade 1980-an. Langkah ini dinilai sebagai pondasi kuat untuk menyamakan persepsi mengenai pentingnya penjaminan produk halal bagi masyarakat global, terutama di pasar Indonesia yang sangat potensial.

Pihak delegasi USDA mengungkapkan rencana strategis mereka untuk menjadikan Indonesia sebagai mitra utama dalam inisiatif overseas engagement. Program global ini menargetkan kerja sama intensif dengan enam negara dalam satu tahun guna memperluas jangkauan produk pertanian Amerika Serikat. Tingginya minat petani dan eksportir AS untuk menembus pasar Indonesia dibarengi dengan kesiapan mereka untuk mematuhi protokol serta standar halal yang ditetapkan oleh BPJPH secara ketat.

Fokus utama impor produk dari Amerika Serikat meliputi komoditas esensial seperti kedelai, produk daging, serta produk susu. Mengingat komoditas tersebut merupakan bahan baku penting, kedua pihak sepakat bahwa seluruh proses produksi harus memenuhi standar Proses Produk Halal (PPH). Harmonisasi standar halal antarnegara menjadi topik bahasan serius guna meminimalkan hambatan teknis di lapangan dan memastikan fasilitas produksi di AS mampu beradaptasi dengan regulasi halal Indonesia.

Selain teknis produksi, poin krusial yang dibahas adalah mengenai pengakuan Lembaga Sertifikasi Halal Amerika Serikat oleh BPJPH. Kerja sama formal terkait pengakuan lembaga ini akan menciptakan proses sertifikasi yang lebih efisien, transparan, dan saling menguntungkan bagi pertumbuhan bisnis di kedua negara. Langkah ini menjadi kunci untuk memangkas birokrasi tanpa mengurangi kualitas audit halal, sehingga arus barang dapat mengalir lebih cepat dengan jaminan kehalalan yang mutlak.

Pertemuan bilateral ini ditutup dengan komitmen kuat untuk membangun sistem sertifikasi halal yang terintegrasi secara internasional. Pertemuan tersebut dihadiri oleh pejabat penting seperti Direktur Kemitraan BPJPH Fertiana Santy serta Atase Pertanian Kedutaan Besar AS, Lisa Ahramjian dan Kristi Schammel. Dengan adanya kemitraan yang semakin solid antara BPJPH dan USDA, diharapkan perdagangan produk pertanian berbasis halal dapat tumbuh signifikan dan menjadi pilar penting bagi ketahanan pangan global yang berkualitas.

Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: InfoPublik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *