Sinergi RI-Tiongkok, Kemenperin Perkuat SDM Industri Nasional
Jakarta, MZK News – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus menguatkan sumber daya manusia di dunia industri nasional. Hal ini terlihat dari komitmen pemerintah dalam menyediakan SDM industri yang unggul ke depannya. Salah satu upaya penguatan ini didukung oleh sinergi antara Indonesia dengan Tiongkok melalui Program Luban-Mozi College, hasil kerja sama dengan perusahaan dan institusi pendidikan asal Tiongkok, yakni Sailun Group dan Qingdao Technical College (QTC).
“Ketersediaan SDM industri yang kompeten menjadi salah satu penggerak utama dalam meningkatkan daya saing industri nasional,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Sabtu (31/1/2026).
Bukti kerja Kemenperin dalam menyediakan SDM industri yang unggul terlihat dari berhasilnya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) meluluskan 5.386 siswa dan mahasiswa dari 22 unit pendidikan vokasi di bawah naungan Kemenperin. Jumlah tersebut dihasilkan sepanjang tahun 2025 lalu.
Agus mengatakan, para lulusan tersebut sudah dibekali kompetensi sesuai kebutuhan industri manufaktur, siap kerja, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi industri. Ini juga dibuktikan dengan tingkat serapan lulusan ke dunia industri tercatat mencapai 68 persen saat kelulusan, dan ditargetkan meningkat hingga 100 persen dalam kurun waktu enam bulan setelah kelulusan.
Lebih lanjut, Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menyampaikan, untuk Politeknik ATK Yogyakarta yang berada di bawah Kemenperin sudah menyeleksi dan mengirimkan 10 mahasiswa untuk mengikuti Program Luban-Mozi College di Tiongkok sejak September 2025. Mereka akan berfokus pada pengembangan kompetensi industri kulit, karet, dan plastik.
“Program ini merupakan wujud nyata kolaborasi global antara dunia pendidikan dan industri dalam mencetak SDM industri unggul,” ujar Doddy.
Di sisi lain, President QTC Xing Guanlu menyatakan, program ini menjadi langkah strategis dalam memperdalam integrasi internasional antara industri pendidikan, sekaligus mendukung strategi going global.
“Saya berharap para peserta dapat membawa kembali ke Indonesia seluruh pengetahuan, pengalaman, dan pemahaman yang diperoleh di Tiongkok, serta menjadi profesional yang mahir berbahasa Mandarin, unggul secara teknis, dan memiliki wawasan budaya yang luas,” ungkap Xing.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Laman Kemenperin
