FEATUREDNasionalNewsTOP STORIES

KP2MI Siagakan Layanan di Bandara dan Pelabuhan Sambut Kepulangan PMI Mudik 2026

Tangerang, MZK News – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memperkuat layanan di berbagai titik kedatangan internasional guna menyambut arus kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Langkah ini diambil untuk memastikan proses mudik para pahlawan devisa menjelang Lebaran 2026 berjalan lancar dan aman.

Penyiagaan petugas dilakukan di lokasi-lokasi strategis, mulai dari halte layanan khusus, lounge PMI di bandara, pelabuhan internasional, hingga pos lintas batas negara. Fokus utamanya adalah memberikan kenyamanan serta bantuan bagi PMI yang baru tiba dari luar negeri.

Direktur Layanan Pengaduan, Mediasi, dan Advokasi KP2MI, Mangiring Hasoloan Sinaga, menegaskan bahwa kesiapan ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan kementerian. Petugas di lapangan telah diinstruksikan untuk memberikan pelayanan prima di setiap pintu masuk tanah air.

“Petugas pelayanan kami di lounge bandara, pelabuhan internasional, hingga pos lintas batas sudah disiagakan. Ini arahan langsung Menteri agar pelayanan bagi PMI berjalan optimal,” ujar Mangiring di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (13/3/2026).

KP2MI telah mengerahkan personel dari 23 Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Para petugas ini siap menangani berbagai kendala, termasuk memberikan advokasi jika ada PMI yang mengalami kerugian selama perjalanan pulang.

Layanan terpadu tersebut mencakup pendampingan proses administratif hingga fasilitasi transportasi lanjutan ke daerah asal. Kehadiran negara di titik-titik kedatangan ini diharapkan mampu meminimalisir praktik ilegal yang sering menyasar para pekerja migran.

“Kami sudah siapkan petugas dari 23 BP3MI di seluruh Indonesia yang siap memberikan pelayanan, termasuk jika ada PMI yang mengalami kendala dalam perjalanan,” tambah Mangiring memperjelas kesiapan timnya.

Mengenai prediksi jumlah kepulangan, KP2MI memperkirakan adanya kenaikan tren dibandingkan tahun lalu yang mencapai 14 ribu orang. Dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah disebut menjadi salah satu faktor yang memicu peningkatan arus kepulangan tahun ini.

Negara-negara seperti Malaysia dan Singapura diprediksi masih menjadi asal kepulangan terbesar, disusul oleh negara-negara di kawasan Timur Tengah. Meski ada isu gangguan ruang udara di Timur Tengah, sejauh ini belum ada laporan mengenai PMI yang tertahan.

Mangiring memastikan bahwa setiap kendala penerbangan dari kawasan konflik telah diantisipasi dengan baik oleh pemerintah. Beberapa kelompok PMI yang terdampak bahkan sudah berhasil difasilitasi kepulangannya melalui jalur-jalur yang telah disiapkan secara khusus.

“Laporan dari kementerian terkait sementara tidak ada PMI yang tertahan. Bahkan sebelumnya dua penerbangan dari Ankara yang membawa PMI terdampak sudah difasilitasi kepulangannya,” pungkasnya.

Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: InfoPublik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This will close in 0 seconds