Proses Kimia Tubuh Saat Puasa: Apa yang Terjadi pada Hormon dan Sel Kita?
Saat seseorang mulai berpuasa, tubuh manusia tidak hanya sekadar menahan lapar, tetapi juga melakukan perombakan kimiawi yang besar. Perubahan ini dimulai ketika kadar glukosa dalam darah menurun akibat tidak adanya asupan makanan.
Kondisi tersebut memicu pankreas untuk menurunkan sekresi hormon insulin secara signifikan. Penurunan insulin ini sangat krusial karena menjadi sinyal bagi tubuh untuk mulai membakar cadangan energi yang tersimpan.
Sebagai gantinya, tubuh akan meningkatkan hormon glukagon yang bertugas membongkar glikogen di hati menjadi energi. Proses kimiawi ini memastikan otak dan organ vital tetap mendapatkan asupan tenaga meski kita sedang tidak makan.
Jika puasa berlanjut lebih dari 12 jam, tubuh akan memasuki fase yang disebut ketosis. Pada tahap ini, lemak yang tersimpan di jaringan adiposa dipecah menjadi asam lemak dan diubah menjadi zat keton di dalam hati.
Zat keton kemudian menjadi bahan bakar alternatif yang sangat efisien untuk otak dan otot. Menariknya, pembakaran keton ini diketahui dapat menurunkan tingkat peradangan sistemik dan meningkatkan fungsi kognitif seseorang.
Selain metabolisme lemak, terjadi pula proses kimia hebat yang disebut autofagi. Istilah ini merujuk pada mekanisme “pembersihan diri” di mana sel-sel tubuh menghancurkan komponen yang rusak untuk didaur ulang menjadi sel baru yang lebih sehat.
Proses autofagi ini dipicu oleh penurunan kadar zat kimia bernama mTOR (mammalian Target of Rapamycin). Ketika mTOR menurun akibat puasa, sel-sel mulai melakukan perbaikan internal yang dapat mencegah risiko berbagai penyakit degeneratif.
Tak hanya itu, tingkat hormon pertumbuhan manusia (Human Growth Hormone atau HGH) juga akan melonjak drastis. Secara kimiawi, peningkatan HGH membantu mempercepat regenerasi jaringan dan menjaga massa otot agar tidak menyusut selama berpuasa.
Secara keseluruhan, puasa menciptakan lingkungan kimiawi yang mendukung detoksifikasi alami dan perbaikan seluler. Tubuh manusia secara cerdas beralih dari mode penyimpanan energi ke mode pembersihan dan pemulihan sistem secara menyeluruh.123
Ditulis oleh: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
