Belajar dari Pendidikan Tiongkok: Disiplin, Visi Negara, dan Tantangan Kemanusiaan
Oleh: Alvin Gumelar Hanevi, M.Pd.
Belajar dari pendidikan Tiongkok bukan berarti meniru secara utuh sistem yang diterapkan di negara tersebut, melainkan memahami nilai-nilai dasar yang membuat pendidikan di negara tersebut mampu mendorong kemajuan bangsa secara signifikan.
Tiongkok menunjukkan bahwa pendidikan yang dikelola dengan visi jelas dan keseriusan tinggi dapat menjadi mesin utama pembangunan nasional. Salah satu pelajaran penting dari pendidikan Tiongkok adalah kejelasan visi negara.
Pendidikan tidak diposisikan sebagai sektor pelengkap, melainkan sebagai fondasi strategis nasional jangka panjang. Berfokus kepada sains, matematika, teknologi, dan riset menjadi bukti bahwa pendidikan dirancang untuk menjawab tantangan global. Negara berani berinvestasi besar karena menyadari bahwa kualitas sumber daya manusia menentukan daya saing bangsa di masa depan.
Selain visi, disiplin dan budaya kerja keras menjadi ciri khas pendidikan Tiongkok. Peserta didik dibiasakan untuk tekun belajar, menghargai proses, dan bertanggung jawab atas hasilnya.
Sistem evaluasi yang ketat membentuk mental pantang menyerah dan kesiapan menghadapi persaingan. Dari sisi capaian akademik, pendekatan ini terbukti menghasilkan prestasi tinggi di tingkat internasional, khususnya di bidang sains dan teknologi.
Peran guru juga menempati posisi sentral. Guru diseleksi secara ketat dan dituntut profesionalisme tinggi. Negara memberikan perhatian serius pada pelatihan dan pengembangan kompetensi guru karena menyadari bahwa kualitas pendidikan sangat bergantung pada kualitas pengajarnya.
Pelajaran ini relevan bagi negara lain, reformasi pendidikan tidak akan efektif tanpa penguatan peran dan mutu guru. Namun, pendidikan Tiongkok juga menyimpan tantangan kemanusiaan.
Tekanan akademik yang tinggi dan kompetisi ekstrem sering kali menimbulkan stres dan kelelahan psikologis pada peserta didik. Ruang untuk kreativitas dan ekspresi diri kadang terpinggirkan oleh tuntutan prestasi. Dari sini, kita belajar bahwa keberhasilan akademik perlu diimbangi dengan perhatian pada kesehatan mental (mental healthy) dan kebahagiaan siswa.
Oleh karena itu, belajar dari pendidikan Tiongkok harus dilakukan secara kritis dan selektif. Nilai-nilai seperti disiplin, konsistensi kebijakan, dan keseriusan negara dalam membangun pendidikan patut diteladani. Namun, dari aspek kemanusiaan seperti empati, kebebasan berpikir, dan keseimbangan hidup tidak boleh diabaikan.
Pada akhirnya, pelajaran terbesar dari pendidikan Tiongkok adalah komitmen jangka panjang terhadap pendidikan sebagai investasi peradaban. Ketika pendidikan dikelola dengan visi yang jelas, dukungan nyata, dan kesadaran akan batas-batas kemanusiaan, ia tidak hanya melahirkan generasi cerdas, tetapi juga bangsa yang kuat dan berkelanjutan.