Letkol Cpl Aswad Kennedy, Putra Sijunjung yang Kembali Mengabdi di Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol
Penulis: Gangga
Nama Letnan Kolonel (Letkol) Cpl Aswad Kennedy mencuat sebagai salah satu perwira menengah TNI AD yang memiliki rekam jejak panjang dan inspiratif. Putra asli Nagari Siaur, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, ini resmi melanjutkan pengabdian di Paldam Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) pada awal tahun 2026, setelah sebelumnya mengemban berbagai jabatan strategis di wilayah barat Indonesia.
Letkol Cpl Aswad Kennedy lahir di Nagari Siaur pada 22 Desember 1970. Ia tumbuh dari lingkungan desa dengan keterbatasan, namun berhasil menembus jenjang karier militer melalui kerja keras, disiplin, dan konsistensi pengabdian.
Sosoknya kini dikenal luas sebagai figur inspiratif bagi generasi muda Sumatra Barat, khususnya di Kabupaten Sijunjung.
Karier militernya dimulai pada tahun 1992 setelah mengikuti pendidikan militer di Cimahi, Bandung. Sejak awal, Aswad Kennedy aktif menjalani berbagai penugasan penting. Ia terlibat langsung dalam Operasi Darurat Militer di Aceh pada 2003–2004, dan kembali berdinas di wilayah tersebut pascabencana Tsunami Aceh, berperan dalam pengamanan dan stabilisasi wilayah.
Sejumlah jabatan strategis pernah dipercayakan kepadanya, antara lain Wakil Komandan Denpal Padang serta Kepala Seksi Pengadaan Barang dan Jasa Paldam Kodam I/Bukit Barisan. Berkat rekam jejak dan kepemimpinan yang solid, TNI AD kemudian mempromosikannya menjadi Letnan Kolonel, sekaligus menunjuknya sebagai Komandan Denpal IM-2 dan Kepala Bengkel Peralatan (Kabengrah) Paldam Kodam Iskandar Muda, Aceh.
Tak hanya mengandalkan pengalaman lapangan, Letkol Aswad juga memperkuat kapasitas profesionalnya melalui pendidikan militer internasional di Army Singapura pada 1997, yang menjadi bekal penting dalam pengelolaan logistik dan peralatan militer.
Memasuki awal 2026, Putra Lansek Manih ini kembali ke Ranah Minang untuk mengemban tugas di Paldam Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Padang. Kepulangannya dinilai sebagai momentum strategis, sekaligus simbol kepercayaan institusi kepada putra daerah yang telah teruji di berbagai medan tugas.
Dengan pengalaman operasi, kepemimpinan, dan latar belakang pendidikan militer yang kuat, Letkol Cpl Aswad Kennedy terus menunjukkan bahwa pengabdian kepada negara dapat tumbuh dari nagari kecil hingga panggung nasional. Kiprahnya menjadi pesan kuat bahwa anak desa mampu bersaing dan berkontribusi nyata bagi pertahanan negara.