NasionalNewsTOP STORIES

Jelang STQ, Ketua Panitia STQ Madapangga : Rasa Gotong-royong Masyarakat Woro Patut Diapresiasi

Bima, MZK – Seleksi Tilawatil Quran tingkat Kecamatan Madapangga tahun 2022 akan diselenggarakan di Lapangan Bola Desa Woro, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat pada 20 Agustus mendatang.

Tampak suasana panggung sudah mulai rampung dan bisa dipastikan pembukaan dilakukan sesuai rencana yang telah diputuskan dalam rapat forum muspika sebelumnya.

“Kami bisa pastikan pembukaan STQ sesuai jadwal tersusun,” kata Ketua Panitia STQ, M. Said kepada wartawan, Senin (8/8).

Dia mengatakan, ini semua berkat semangat masyarakat yang tentunya didorong semangat menyambut hari-hari besar dan bersejarah di antaranya adalah semangat menyambut hari tahun Islam 1441 hijriah dan semangat menyambut hari ulang tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77. Terlebih, semangat kepribadian atau individual masyarakat patut diapresiasi.

“Jadi, dengan semangat itulah sehingga masyarakat tanpa mengenal lelah dalam bekerja. Kendati pun di bawah panasnya terik matahari dan ini luar biasa,” ungkapnya.

Dia menyebut, rasa kegotong-royongan masyarakat Desa Woro di bawah koordinir Ketua Panitia Lokal, Akhyar Anis bersama Kepala Desa, Abdul Farid Ismail tinggi sekali dan tidak hanya kalangan muda, juga para tokoh pun ikut andil di dalamnya.

Semua elemen dan komponen masyarakat desa ini terlibat aktif dan bayangkan saja panggung skala kecamatan dibuat semegah persiapan STQ kab. Selain besar dan luas, arenanya juga dipagari keliling dengan indah dan rapi sehingga terpotret layak menjadi ekspetasi STQ tingkat kab tahun ini.

“Kami melihat langsung saat pekerjaan masyarakat dan kami kagum sekali dengan secepat itu menyelesaikan pekerjaannya. Soal pagar, selama ini kami tidak pernah melihat seperti ini dan kalaupun ada pagar, hanya di depan dan di belakang arena saja. Sementara ini pagar keliling,” sebutnya.

Lebih mengharukan lagi, sambung dia, saat masuk dari Woro Utara terlihat kiri- kanan jalan raya dan gang dibanjiri umbul-umbul yang seolah masuk di negara baru.

“Kami benar-benar haru apalagi sepanjang jalan terpampang umbul-umbul dan bendera Merah Putih,” jelasnya.

Semangat gotong-royong, tambah dia, mesti dijaga dan dilestarikan. Tidak hanya pada kegiatan-kegiatan aspek keagamaan seperti ini, juga aspek lainnya apalagi rasa gotong-royong masyarakat di sini tidak dari sekarangi, namun sejak dari masa lampau.

“Kami tidak kaget rasa kegotong-royongan masyarakat ini dan sudah menjadi budaya. Lihat saja sekarang belum ada satu pun yang bergeser dari arena ini. Padahal ini sudah mau masuk jam 12 WITA siang,” ujarnya.

Menurut dia, panitia meyakini bahwa pelaksanaan STQ yang dipusatkan di Desa Woro ini akan jauh lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Kami bisa bayangkan terlebih dahulu para pengunjung STQ akan memadati arenai,” pungkas mantan KUPT Dinas Dikbudpora Kec Madapangga itu.

Sementara itu, Camat Madapangga, Sirajuddin mengakui solidaritas masyarakat Desa Woro begitu tinggi. Sangatlah tepat STQ tahun ini diselenggarakan di Woro.

“Mudah-mudahan pelaksanaan STQ di 17 kecamatan lainnya, Madapangga yang lebih spektakuler hingga dapat menjadi pertimbangan bupati dalam menentukan tempat pelaksanaan STQ tingkat kab nantinya,” tandasnya.

Reporter: Muhtar Habe
Editor: Elsima

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *