Lion Air Informasikan Rencana Pembukaan Rute Penerbangan Baru
Surabaya, MZK News– Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group memberikan informasi terbaru terkait rencana pembukaan rute baru ke destinasi baru yaitu Berau, Kalimantan Timur. Pengoperasian akan dilaksanakan pada 20 Januari 2021, yang langsung diterbangi dari Surabaya melalui Bandar Udara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (16/01/2021).
“Lion Air akan membuka rute baru untuk destinasi ke Berau, Kalimantan Timur dan akan mulai beroperasi 20 Januari mendatang,” ungkap Danang Mandala Prihantoro, selaku Corporate Communication Of Lion Air.
Pengoperasian layanan akan diterapkan setiap hari dengan frekuensi penerbangan pergi pulang (PP), harga yang ditawarkan untuk pengalaman seru di rute baru ini mulai dari Rp 605.400,- untuk Surabaya-Berau dan mulai dari Rp 561.400,- Berau-Surabaya.
Danang juga menyampaikan bahwa, pihak Lion Air optimis perjalanan udara dari Surabaya-Berau dan Berau-Surabaya diperkirakan sekitar 2 jam non-stop, hal ini dapat memberikan nilai lebih kepada seluruh penumpang termasuk kalangan pebisnis dan wisatawan dalam bepergian menggunakan pesawat udara yang terjangkau, mudah serta efektif.
“Kami optimis perjalanan akan selesai ditempuh selama 2 jam non-stop, hal ini bisa menjadi nilai tambah bagi seluruh penumpang,” ungkap Danang.
Lion Air penerbangan nomor JT-698 akan berangkat dari Bandar Udara Internasional Juanda pukul 13.50 WIB (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 07) dan diperkirakan tiba di Bandar Udara Kalimarau Berau (BEJ) pukul 16.50 WITA (Waktu Indonesia Tengah, GMT+ 08). Penerbangan kembali, Lion Air masih melayani di hari yang sama. Lion Air bernomor JT-699 memiliki jadwal keberangkatan dari Bandar Udara Kalimarau pada 17.30 WITA dan akan mendarat di Bandar Udara Internasional Juanda pukul 18.30 WIB.
Ketersediaan jadwal penerbangan tersebut adalah fokus utama Lion Air dalam menjawab permintaan para penumpang antardestinasi (Surabaya dan Berau) di segmen domestik, upaya meningkatkan tren permintaan perjalanan udara serta mengembalikan kepercayaan publik bahwa terbang itu aman.
Reporter: Nadiah Masviva