Volume Limbah B3 Medis di RSUD Simeulue Capai 1 Ton Perbulan

Foto: Limbah bahan berbahaya dan beracun medis dari RSUD Simeulue (Foto: IST)

Sinabang, MZK News – Volume limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, mencapai angka 1 ton setiap bulannya, Rabu (18/01/2023).

Direktur RSUD Simeulue drg. Farhan mengatakan, sebelum dimusnahkan, limbah B3 medis yang dihasilkan rumah sakit daerah kepulauan tersebut terlebih dahulu dikumpulkan petugas di Tempat Penyimpanan Sementara (TPS).

“Lebih kurang 1000an Kilo atau 1 ton, dan ditampung di Tempat Penyimpanan Sementara (TPS),” ungkap Direktur RSUD Simeulue, drg. Farhan.

Lanjut drg. Farhan, lantaran belum tersedianya fasilitas pemusnah limbah, untuk itu RSUD Simeulue hingga kini masih bekerjasama dengan pihak rekanan atau pihak lain sebagai transpoter dan pemusnah limbah B3 medis tersebut.

“Kondisi saat ini kita mengelola melibatkan pihak kedua sebagai transporter dan pihak ketiga sebagai pemusnah,” ungkap drg. Farhan

Farhan menyebutkan, agar tidak merusak dan terkontaminasi dengan lingkungan sekitar, Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Simeulue akan melakukan kegiatan pemusnahan limbah B3 medis tersebut tiga sampai empat kali setiap tahunnya.

Dimana limbah B3 medis sebanyak 1 ton tersebut nantinya akan dikirim ke keluar daerah yakni ke Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, untuk dilakukan kegiatan pemusnahan oleh pihak rekanan.

Terakhir Farhan menyampaikan, jika memungkinkan RSUD Simeulue ke depanya akan mengelola limbah B3 medis secara mandiri, namun hal tersebut perlu dukungan dan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

“Kalo wacana ada tergantung sarana dan proses Izin yang tidak terlalu memberatkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH),” tutup Direktur RSUD Pulau Simeulue.

Reporter: Rovki

Editor: Khoirul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *